Jasa laporan keuangan perusahaan sesuai PSAK membantu perusahaan menyusun informasi keuangan secara sistematis berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. Kebutuhan ini semakin penting karena laporan keuangan tidak hanya digunakan untuk mengetahui laba atau rugi, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan, kebutuhan investor dan kreditur, audit, serta pemenuhan kewajiban perpajakan. Di tengah penerapan Coretax, perusahaan juga semakin membutuhkan data keuangan yang konsisten antara pembukuan, laporan keuangan, dan pelaporan pajak.
Berdasarkan penjelasan resmi Direktorat Jenderal Pajak, wajib pajak badan di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan berdasarkan Pasal 28 UU KUP. Siklus pembukuan tersebut ditutup dengan penyusunan laporan keuangan, dan laporan keuangan menjadi bagian dari dokumen yang dilampirkan dalam SPT Tahunan badan. Kondisi ini membuat perusahaan tidak cukup hanya memiliki catatan transaksi. Perusahaan perlu memastikan catatan tersebut menghasilkan laporan yang dapat dipahami, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa Laporan Keuangan Sesuai PSAK Penting bagi Perusahaan?
Laporan keuangan berfungsi sebagai gambaran kondisi ekonomi perusahaan pada periode tertentu. Manajemen dapat menggunakannya untuk menilai pendapatan, beban, aset, kewajiban, modal, arus kas, serta perkembangan kinerja usaha. Pihak eksternal juga membutuhkan informasi tersebut ketika perusahaan mengajukan pembiayaan, mencari investor, melakukan kerja sama bisnis, atau menjalani proses audit.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan dibuat agar berbagai pihak memiliki acuan yang jelas dan pemahaman yang sama terhadap transaksi keuangan. IAI saat ini mengenal empat pilar standar, yaitu SAK Internasional, SAK Indonesia, SAK Indonesia untuk Entitas Privat, serta SAK Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.
Karena itu, istilah “sesuai PSAK” perlu dipahami secara tepat. Tidak semua perusahaan otomatis menggunakan standar yang sama. Pemilihan standar bergantung pada karakteristik dan akuntabilitas perusahaan. Entitas yang memenuhi kriteria tertentu dapat menggunakan SAK Indonesia untuk Entitas Privat, sedangkan entitas lain dapat menggunakan SAK Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa yang Dikerjakan dalam Jasa Laporan Keuangan Sesuai PSAK?
Penyusunan laporan keuangan profesional dimulai dari pemeriksaan data transaksi. Penyedia jasa biasanya meminta dokumen seperti rekening koran, invoice penjualan, faktur pembelian, bukti pembayaran, daftar aset, data persediaan, utang, piutang, modal, serta dokumen pendukung lainnya.
Setelah data tersedia, transaksi diklasifikasikan dan dicatat ke akun yang sesuai. Proses kemudian dilanjutkan dengan rekonsiliasi, jurnal penyesuaian, pemeriksaan saldo, serta penyesuaian berdasarkan standar akuntansi yang digunakan perusahaan.
Hasil akhirnya dapat mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan sesuai standar dan kebutuhan entitas. Komponen tersebut mencerminkan proses pembukuan yang tidak berhenti pada pencatatan transaksi, tetapi menghasilkan informasi keuangan yang dapat dianalisis.
Berdasarkan penjelasan resmi DJP mengenai Pasal 28 UU KUP, pembukuan wajib mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. Pembukuan juga mencakup data harta, kewajiban, modal, penghasilan, biaya, serta transaksi penjualan dan pembelian.
Perkembangan PSAK Membuat Penyusunan Perlu Lebih Cermat
Standar akuntansi di Indonesia terus berkembang. Salah satu perubahan penting adalah berlakunya SAK Indonesia untuk Entitas Privat sejak 1 Januari 2025. Menurut IAI, SAK EP menggantikan SAK ETAP dan ditujukan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengevaluasi kembali standar yang digunakan. Laporan lama tidak selalu dapat langsung menjadi dasar laporan periode berikutnya apabila terdapat perubahan standar, kebijakan akuntansi, atau karakteristik transaksi.
Perkembangan juga berlanjut pada 2026. IAI mencatat bahwa amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 serta Penyesuaian Tahunan 2024 SAK Indonesia berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Bagi perusahaan yang memiliki transaksi instrumen keuangan atau membutuhkan pengungkapan tertentu, perkembangan tersebut dapat memengaruhi cara transaksi dicatat dan disajikan.
Di sinilah jasa profesional memiliki peran. Penyedia jasa tidak hanya memasukkan angka ke dalam perangkat lunak akuntansi, tetapi perlu memahami standar yang menjadi dasar penyusunan laporan.
Hubungan PSAK, Laporan Keuangan, dan Kewajiban Pajak
Laporan keuangan komersial dan perhitungan pajak memiliki hubungan erat, meskipun keduanya tidak selalu menggunakan perlakuan yang identik. Perusahaan dapat membutuhkan rekonsiliasi fiskal untuk menyesuaikan perbedaan antara perlakuan akuntansi dan ketentuan perpajakan.
Kebutuhan tersebut semakin terlihat setelah penerapan Coretax. Dalam panduan resmi DJP, pelaporan SPT Tahunan badan melalui Coretax memerlukan persiapan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan, selain bukti pemotongan atau pemungutan PPh serta dokumen pendukung lainnya.
DJP juga menegaskan pada April 2026 bahwa kualitas laporan keuangan semakin penting karena data yang dilaporkan melalui Coretax saling terhubung dan konsistensinya dapat diuji oleh sistem. Menurut penjelasan tersebut, laporan keuangan yang tidak tertib dapat meningkatkan risiko kesalahan SPT dan koreksi di kemudian hari.
Artinya, perusahaan perlu membangun alur data yang konsisten sejak transaksi dicatat hingga informasi keuangan digunakan dalam pelaporan pajak.
Regulasi Administrasi Pajak Juga Terus Berkembang
Transformasi administrasi perpajakan menjadi alasan lain perusahaan perlu memperhatikan kualitas data keuangan. PMK Nomor 81 Tahun 2024 mengatur ketentuan perpajakan dalam rangka pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan berlaku sejak 1 Januari 2025. Regulasi tersebut mengatur antara lain pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan, pembayaran, pelaporan SPT, serta pengolahan data dalam sistem administrasi perpajakan.
Aturan tersebut kemudian mengalami perubahan. JDIH Kementerian Keuangan mencatat PMK Nomor 1 Tahun 2026 sebagai perubahan keempat atas PMK Nomor 81 Tahun 2024, yang ditetapkan dan berlaku pada 22 Januari 2026.
Bagi perusahaan, perkembangan tersebut berarti proses akuntansi tidak dapat dipisahkan dari kesiapan administrasi pajak. Data yang rapi membantu perusahaan melakukan pemeriksaan internal sebelum data digunakan untuk pelaporan.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Jasa Profesional?
Jasa laporan keuangan sesuai PSAK dapat menjadi pilihan ketika perusahaan belum memiliki tenaga akuntansi yang kompeten, volume transaksi semakin besar, laporan internal sering mengalami koreksi, atau perusahaan membutuhkan laporan untuk audit, pembiayaan, investor, maupun kebutuhan perpajakan.
Layanan ini juga relevan bagi perusahaan yang sudah memiliki staf keuangan tetapi membutuhkan pemeriksaan dan penataan laporan secara berkala. Dalam kondisi tersebut, penyedia jasa dapat berperan sebagai pendamping yang membantu melakukan rekonsiliasi, penyesuaian akun, evaluasi penerapan standar, dan penyusunan laporan akhir periode.
Perusahaan dapat menggunakan layanan dari kantor konsultan atau penyedia jasa profesional di lokasi perusahaan maupun secara jarak jauh. Yang lebih penting adalah memastikan kompetensi penyedia jasa, standar yang digunakan, keamanan dokumen, serta ruang lingkup pekerjaan telah disepakati sejak awal.
Baca Juga Lainnya : Jasa Penyusunan Laporan Keuangan Profesional
FAQ’S
Apakah semua perusahaan wajib menggunakan PSAK yang sama?
Tidak. Standar yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan akuntabilitas perusahaan. IAI menyediakan beberapa pilar SAK yang dapat diterapkan sesuai kondisi entitas.
Apakah laporan sesuai PSAK otomatis sama dengan laporan untuk pajak?
Tidak selalu. Laporan komersial dapat menjadi dasar penghitungan pajak, tetapi perusahaan mungkin perlu melakukan rekonsiliasi fiskal sesuai ketentuan perpajakan.
Apakah laporan keuangan sesuai PSAK diperlukan untuk SPT Tahunan badan?
Laporan keuangan merupakan bagian penting dalam pelaporan SPT Tahunan badan. DJP dalam panduan Coretaxmencantumkan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan sebagai dokumen yang perlu disiapkan.
Apakah jasa penyusunan laporan keuangan sama dengan audit?
Tidak. Penyusunan laporan menghasilkan laporan berdasarkan data dan standar akuntansi yang relevan, sedangkan audit merupakan pemeriksaan independen atas laporan keuangan sesuai standar audit.
Kesimpulan
Jasa laporan keuangan perusahaan sesuai PSAK memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar menghasilkan laporan laba rugi dan neraca. Layanan profesional membantu perusahaan menata transaksi, menerapkan standar akuntansi yang tepat, menghasilkan informasi yang lebih konsisten, serta mempersiapkan data untuk kebutuhan bisnis dan perpajakan.
Perkembangan SAK Indonesia, berlakunya SAK EP, perubahan standar yang efektif pada 2026, serta transformasi administrasi pajak melalui Coretax membuat kualitas laporan keuangan semakin strategis. Perusahaan yang membangun sistem pelaporan secara tertib sejak awal akan lebih siap menghadapi kebutuhan audit, pembiayaan, investasi, dan pelaporan pajak.
Jika perusahaan masih ragu apakah laporan yang tersedia sudah sesuai dengan standar yang tepat atau membutuhkan penataan sebelum pelaporan pajak,
Rekomendasi
Baca artikel + minta review awal serta hubungi kami untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi laporan dan kebutuhan perbaikannya.